Inovasi Pembelajaran Di SDN 3 Ngepeh
Kata Kunci:
Inovasi pembelajaran, kualitas PendidikanAbstrak
Pendidikan akan selalu berkembang dan diperbaharui sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu dibutuhkan upaya-upaya untuk menyesuaikan dan meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri. Pendidikan yang berkualitas didukung oleh sumber daya manusia yang harus berkualitas pula. Guru sebagai garda depan pendidikan harus berusaha meningkatkan kompetensinya supaya dapat mengikuti perkembangan zaman untuk menghasilkan output pembelajaran yang berkualitas pula. Oleh karena itu inovasi-inovasi dalam pembelajaran perlu dilakukan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Dengan inovasi pembelajaran maka guru dapat menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, aktif, dan kreatif sehhingga menumbuhkan motivasi pada diri siswa untuk ikut terlibat secara aktif di dalam proses belajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri. Siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang maksimal. Kemauan guru untuk membuat inovasi dalam pembelajaran sejalan dengan meningkatnya kompetensi yang dimiliki guru. Guru dapat mengasah dan mengeksplor kemampuan dirinya (Azhar, 2007). Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa peningkatan kualitas guru dapat dilakukan dengan membuat inovasi-inovasi dalam pembelajaran. SDN 3 Ngepeh Desa Ngepeh Kecamtan Loceret Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu sekolah dasar yang menyadari. bahwa kurangnnya inovasi berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Oleh karena itu dengan berbagai upaya, SDN 3 Ngepeh selalu mendorong para gurunya untuk melakukan terobosan atau inovasi-inovasi dalam pembelajaran. Inovasi yang dilakukan di SDN 3 Ngepeh diantaranya inovasi dalam proses pembelajaran seperti belajar di luar kelas, bermain, yel-yel, menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi, membuat penelitian tindakan kelas. Terlebih lagi inovasi juga dilakukan pada penanaman nilai-nilai karakter siswa seperti pembiasaan sholat dhuha, gerakan literasi sekolah, pembiasaan 5S (salam, senyum, sapa, sopan, dan santun).
Referensi
Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Bandung: Alfabeta
Buchari Alma, (2009). Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar Malang.
Depdikbud. 1999. Kamus Besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Depdiknas, (2002). Pengembangan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan Abad ke 21 (SPTK21). Jakarta: Depdiknas.
Hamalik, Oemar. (2004). Inovasi Pendidikan: Perwujudannya dalam Sistem Pendidikan Nasional, YP. Permindo, Bandung
Kustandi Cecep, dan Sutjipto Bambang, 2011, Media Pembelajaran, Bogor: ghalia Indonesia dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Labudasari, E., Rochmah, E. (2018). Peran Budaya Sekolah dalam Meningkatkan Karakter Siswa Sekolah Dasar. Prosiding Seminar Nasional PGSD 2018 Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Saputra Zamzami Nuraufa Angga, Implementasi Kurikulum Merdeka Di MI Islam Purwokerto Srengat Blitar, Jurnal Staiza, vol.1, no.1, Desember 2023, (38-44)
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 TEPI : Jurnal Teknologi Pendidikan dan Industri
Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.