Evaluasi Perbandingan Efisiensi Proses Produksi Komponen Logam Menggunakan Mesin Bubut Manual dan CNC
Kata Kunci:
Proses Manufaktur, Mesin Bubut, CNC, Efisiensi Produksi, Kualitas PermukaanAbstrak
Proses manufaktur memiliki peran penting dalam menentukan efisiensi dan kualitas produk yang dihasilkan oleh suatu industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efisiensi proses produksi antara mesin bubut konvensional dan mesin Computer Numerical Control (CNC) dalam pembuatan komponen logam sederhana berbahan baja karbon rendah. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk memahami bagaimana tingkat otomasi dan presisi mesin dapat memengaruhi waktu proses, kualitas permukaan, serta biaya operasional produksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Pengujian dilakukan terhadap dua sistem pemesinan dengan parameter kecepatan potong dan kedalaman pemakanan yang serupa untuk memastikan kesetaraan kondisi uji. Data yang dikumpulkan meliputi waktu pemesinan, nilai kekasaran permukaan (surface roughness), dan estimasi biaya proses. Analisis hasil menunjukkan bahwa mesin CNC memiliki waktu proses rata-rata 35% lebih cepat dibandingkan mesin konvensional, serta menghasilkan tingkat kehalusan permukaan yang lebih baik (Ra = 1,5 µm dibandingkan Ra = 3,2 µm pada mesin konvensional). Meskipun demikian, mesin konvensional masih unggul dari sisi investasi awal dan fleksibilitas pengerjaan untuk produksi satuan (custom part). Oleh karena itu, pemilihan jenis mesin perlu disesuaikan dengan karakteristik produksi, skala usaha, serta ketersediaan sumber daya manusia. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penerapan teknologi CNC merupakan langkah strategis menuju peningkatan efisiensi dan produktivitas di sektor manufaktur, dengan tetap mempertimbangkan aspek ekonomi dan kesiapan operator..
Referensi
Bekker, J. G., Craig, I. K., & Pistorius, P. C. (1999). Modeling and Simulation of Arc Furnace Process. ISIJ International, 39(1), 23–32.
Bezuidenhout, J. J., Eksteen, J. J., & Bradshaw, S. M. (2009). Computational Fluid Dynamic Modelling of an Electric Furnace Used in the Smelting of PGM Containing Concentrates. Minerals Engineering, 22(11), 995–1006.
Bhaktavatsalam, A. K., & Choudhury, R. (1995). Specific Energy Consumption in The Steel Industry. Energy, 20(12), 1247–1250.
Camdali, U., & Tunc, M. (2006). Steady State Heat Transfer of Ladle Furnace During Steel Production Process. Journal of Iron and Steel Research, International, 13(3), 18–20.
Groover, M. P. (2018). Fundamentals of Modern Manufacturing: Materials, Processes, and Systems (7th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Kalpakjian, S., & Schmid, S. R. (2014). Manufacturing Engineering and Technology (7th ed.). Pearson Education, Upper Saddle River, New Jersey.
Youssef, H. A., & El-Hofy, H. (2008). Machining Technology: Machine Tools and Operations. Boca Raton: CRC Press.
Jain, R. K. (2012). Production Technology. New Delhi: Khanna Publishers.
Mulcahy, D. (2011). Industrial Engineering Handbook (5th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Boothroyd, G., Dewhurst, P., & Knight, W. A. (2010). Product Design for Manufacture and Assembly (3rd ed.). Boca Raton: CRC Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 TEPI : Jurnal Teknologi Pendidikan dan Industri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.