Pengabdian Masyarakat Melalui Peran Dewan Juri Lomba AREK_AI pada Festika Jatim 2025

Penulis

Kata Kunci:

Kecerdasan Buatan, AREK_AI, Festika Jatim 2025, Penjurian, Literasi Digital, Pendidikan Vokasi

Abstrak

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mendisrupsi berbagai sektor, termasuk pendidikan. Di Jawa Timur, respons terhadap tantangan ini diwujudkan melalui Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (FESTIKA) Jatim 2025, yang menghadirkan Lomba Anak Remaja Kreatif AI (AREK_AI). Artikel ini mendeskripsikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen Institut Teknologi Mojosari dalam kapasitasnya sebagai dewan juri pada ajang prestisius tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penilaian yang objektif, mentoring teknis, dan validasi inovasi siswa SMA/SMK sederajat dalam mengembangkan solusi berbasis AI. Metode pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang terintegrasi dalam tahapan penjurian: mulai dari seleksi administrasi, verifikasi teknis, hingga wawancara mendalam pada babak final. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peran dewan juri sangat krusial dalam mengarahkan orientasi inovasi siswa dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta solusi. Dari 1.120 tim yang berpartisipasi, terpilih finalis-finalis yang mampu mengimplementasikan algoritma Python dan aplikasi web integratif. Interaksi intensif antara juri dan peserta selama sesi presentasi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan literasi digital, pemahaman etika AI, dan kesiapan kompetensi vokasi siswa. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi akademisi dan pemerintah daerah melalui mekanisme penjurian kompetisi merupakan strategi efektif dalam mengakselerasi transformasi pendidikan digital menuju Indonesia Emas 2045.

 

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-08